Agar layanan berbasis TI dapat memberikan manfaat yang maksimal kepada penerima layanannya (konsumen), makaya layanan yang berbasis TI tersebut harus didesain sedemikian rupa terlebih dahulu. agar hasilnya sesuai dengan di harapkan para konsumen. contohnya pada pemerintahan yang mempunyai tujuan bisnis pelayanan publik yang didedikasikan untuk masyarakat maka desain layanan TI yang digunakan harus mampu mewujudkan pelayanan publik yang baik/cepat dan terintegrasi.
Apa Tujuan dari Service Design?
Service Design bertujuan untuk memberikan panduan kepada bisnis/instansi yang mengimplementasikan TI di dalam untuk penyediaan layanan berbasis TI, agar dapat mendesain, mengimplementasikan, dan menyediakan layanan berbasis TI secara sistematis dan sesuai dengan best practice pada kaidah ITSM. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sebuah service design menjadi sebuah "Buku Pegangan" bagi sebuah bisnis/instansi untuk meningkatkan kualitas layanan mereka.
Apa Prinsip dan Metode dari Service Design?
Di dalam Service Design, terdapat beberapa prinsip dan metode untuk melakukan design layanan berbasis TI serta panduan dan prinsip untuk melakukan konversi dari tujuan bisnis dan tujuan strategis perusahaan menjadi sebuah portofolio layanan berbasis TI.
contohnya : aset fisik seperti server, media penyimpanan data digital (storage), sumber daya komputasi, jaringan, software, dll.
Apa saja Ruang Lingkup dari Service Design?
Ruang lingkup dari Service Design bukan saja mencakup design layanan berbasis TI pada perusahaan, tapi juga proses - proses perubahan dan upaya-upaya peningkatan kualitas layanan.
Terkait dengan ruang lingkup Service Design, terdapat 7 buah proses pada Service Design, yaitu :
1. Service Catalog Management
2. Service Level Management
3. Supplier Management
4. Capacity Management
5. Availability Management
6. IT service Continuity Management
7. Information Security Management
Komentar
Posting Komentar